Jumat, 15 November 2013

BAB 6 PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


1. PELAPISAN SOSIAL

A. Pengertian.

Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa individu, seperti juga individu tidak dapat dibayangkan tanpa adanya masyarakat. Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa :
a. Manusia dipengaruhi oelh masyarakat demi pembentukan pribadinya.
b. Individu mempengaruhi masyarakat dan bahwa bisa menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakat.

B. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial.

Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.
Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah hai ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur denganpembedaan-pembedaan hak dan kewajiban.
2. Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa.
3. Adanya pemimpin yang saling berpengaruh.
4. Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum.
5. Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri.
6. Adanya perbedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL.

- Terjadi dengan sendirinya.
Pada pelapisan yang terjadi dengan sendurinya, maka kedudukan seseorang pada sesuatu strata atau pelapisan adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian  yang lebih, atau kerabat pembuka, tanah, seseorang yang memiliki bakat seni atau sakti.
- Terjadi dengan sengaja.

Sistem pelapisan yang disusun dengan bersama ditunjukan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Sistem pelapisan yang dibentuk dengan engaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besar, perkumpulan-perkumpulan resmi dan lain-lain. Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung 2 sistem, yaitu :
1. Sistem fungsional.
2. Sistem skalar.

Pembagian kedudukan ini di dalam organisasi formal pada pokonya diperlukan  agar organisasi itu dapat bergerak secara teratur untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tetapi sebenarnya ada kelemahan dari sistem-sistem itu.
1. Karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
2. Karena organisasi itu telah diatur sdemikian rupa sehingga membatasi kemempuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif.

D. PERBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA.

Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :
1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup.

Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
a. Kasta brahmana.
b. Kasta ksatria.
c. Kasta waisya.
d. Kasta sudra.
e. Paria.

2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka.
Di dalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh kelapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan ynag di atasnya. Dalam hubungannya dengan pembangunanmasyarakat, sistem pelapisan masyarakat yang terbuaka sangat menguntungkan. Sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan untuk bersain dengan yang lain.

E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL.

Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut ini :
1. Masyarakat terdiri dari kelas atas dan kelas bawah.
2. Masyarakat terdiri dari tiga kelas kelas atas, kelas menengah, dan kelas ke bawah.
3. Sementara itu ada pula sering kita dengan : kelas ke atas, kelas menengah, kelas menengah ke bawah dan kelas ke bawah.

Pada umumnya golongan yang menduduki kelas bawah jumlah orangnya daripada kelas menengah, demikian seterusnya semakin tinggi golongannya semakin dikit jumlah orangnya. Dengan demikian sistem pelapisan masyarakat itu mengikuti bentuk piramid.
Orang dapat menduduki lapisan tertentu disebabkan oleh beberapa faktor, seperti misalnya : keturunan, kecakapan, pengaruh, kekuatan dan lain sebagainya.
Ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial adalah :
1. Ukuran kekayaan.
2. Ukuran kekuasaan.
3. Ukuran kehormatan.
4. Ukuran ilmu pengetahuan.

2. KESAMAAN DERAJAT.

    Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakatnya, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.

1. Persamaan Hak.
Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat laun dirasakan sebagai suatu yang mengganggu, karena di mana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas hak-hak yang dimiliki individu itu.
Mengenai persamaan hak ini selanjutnya dicantumkan dalam Pernyartaan Sedunia Tentang Hak-Hak (Asasi) Manusia atau Universitas Declaration of Human Right (1948).

2. Persamaan Derajat Di Indonesia.

Hukum dibuat dimaksudkan untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum tanpa adanya perbedaan. Ada empat pasal yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak-hak asasi itu yakni pasal 27, 28, 29 dan 31.

3. Elite Dan Massa.

1. Elite
a. Pengertian.
Elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi.  Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidangtertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
b. Fungsi elite dalam memegang stategi.
Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial. Pengembangan elite sebagai suatu kelompok minor yang berpengaruh dan menentukan dalam masyarakat tetap beranjak darifungsi sosialnya disamping adanya pertimbangan-pertimbangan lain sesuai dengan latar belakan sosial budaya masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai haruslah terikat dan merupakan tujuan bersama kepandaian dalam menyesuaikan diri terutama bagi elite baru dapat membantunya secara efektif dalam mengarahkan masyarakat untuk mencapai tujuannya.

2. Massa
a. Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental beberapa dengannya dalam hal-hal yang lain..
b. Hal-hal yang penting dalam massa.

Terhadap beberapa hal yang penting sebagian ciri-ciri yang membedakan di dalam massa.
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial.
2. Massa merupakan kelompok yang anonim.
3. Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya.
4. Very loosely organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan seperti halnya/crowd.

c. Peranan individu-individu di dalam massa penting sekali kenyataan bahwa massa adalah terdiri dari individu-individu yang menyebar secara luas di berbagai kelompok-kelompok dan kebudayaan-kebudayaan setempat.
d. Masyarakat dan massa.
Dari karakteristik yang singkat ini bisa dilihat massa merupakan gambaran kosong dari suatu masyarakat atau persekutuan.
e. Hakikat dan perilaku massa.
Secara paradoksial, bentuk perilaku massa terletak pada garis aktivitas individual dan bukan pada tindakan bersama.
f. Peranan elite terhadap massa.
1. Elite penentu dapat dilihat sebagai suatu lembaga kolektif yang merupakan pencerminan kehendak-kehendak masyarakatnya.
2. Sebagai lembaga politik.
3. Elite penentu memiliki peranan moral dan dolidaritas kemanusiaan baik dalam pengertian nasionalisme maupun pengertian universal.
4. Elite penentu lainnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pemuasan hedonic atau pemuasan intrinsik lainnya bagi manusia khususnya terhadap reaksi-reaksi emosional

4. PEMBAGIAN PENDAPATAN

1. Komponen Pendapatan.

    Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi itu, hanya ada dua kelompok, yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen. Dalam rumah tangga produsen dilakukan proses produksi. Pemilik factor produksi yang telah menyerahkan factor prosuksinya ke dalam proses produksi akan memperoleh balas jasa.
 
2. Perhitungan Pendapatan.
    Factor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah, walaupun hasil yang dapat diperoleh tetap.
a. Sewa tanah.
Bungga tanah atau sewa tanah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah, karena ia telah menyewakan tanahnya kepada penggarap.
b. Upah.
Upah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh buruh, karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi.
c. Bunga modal.
Sewa modal atau bunga adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal.
d. Laba pengusaha.
Pengusaha memperoleh balas jasa yang berupa keuntungan, karena telah mengorganisasi factor-faktor produksi.

3. Penditribusian pendapatan.
Distribusi Pendapatan nasional itu perlu campur tangan pemerintah, melalui peraturan-peraturan, upah, pajak, sewa dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar