Jumat, 27 Juni 2014

Manusia dan Tanggung Jawab

Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab, tanggung jawab untuk diri sendiri, orang lain, bahkan kepada Tuhan. Tanggung jawab saya saat ini sebagai mahasiswa dan sebagai karyawan. Saya harus menjalankan pekerjaan saya dengan  bekerja dengan baik sesuai dengan prosedur perusahaan dimana saya bekerja. Tentunya bila saya melakukan hal-hal yang menyimpang dengan peraturan perusahaan maka saya nanti mendapat sangsi. Perusahaan bisa saja menegor saya bahkan bila saya masih tetap melanggar, saya mungkin bisa diberhentikan dalam bekerja.

Tanggung Jawab Dalam Bekerja
Saya saat ini bekerja di PT. Sinar Mas Andhika, yang  bergerak dalam distributor dan supplier barang-barang. Disana saya bekerja dengan tanggung jawab saya sebagai admin di perusahan saya bekerja. Saya harus datang bekerja tidak boleh masuk lebih dari jam 09.30 dan pulang jam 17.00. Disitu saya harus menjalankan tanggung jawab saya sebagai karyawan.

Tanggung Jawab Sebagai Mahasiswi
Setelah saya bekerja saya bertanggung jawab sebagai mahasiswi di Universitas Gunadarma. Setelah saya lulus D3 saya lalu bekerja dan saya memutuskan untuk meneruskan pendidikan S1 saya mengambil jurusan Sistem Informasi dan kuliah malam. Sebagai mahasiswi saya harus menjalani kuliah dari senin sampai minggu dengan tugas-tugasnya yang menumpuk, kuis dan ujian-ujiannya. Saya pikir kuliah malam akan sedikit santai ternyata tidak yang saya bayangkan. Tapi semua itu harus saya jalani karena itu tanggung jawab saya sebagai mahasiswa. Demi mendapatkan jenjang pendidikan Strata 1.

Tanggung Jawab Pada keluarga
Saya juga bertanggung jawab terhadap keluarga. Sebagai anak saya harus membawa nama baik keluarga saya. Dengan bersikap sopan dan santun. Sebagai anak saya juga harus membantu orang tua saya dengan membantu pekerjaan rumah tangga. Dengan berbakti kepada orang tua saya, mudah-mudahan membawa keberkahan dikehidupan saya sekarang, masa depan dan akherat nanti.

Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Saya sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, untuk itu kita hidup bermasyarakat. Melakukan kegiatan di masyatakat apa yang kita lakukan tentunya nanti bisa berdampak di masyarakat. Bisa membawa kebaikan di masyarakat, bisa berdampak buruk di masyarakat dengan mendapat sangsi sosial atau hukum.

Tanggung Jawab Terhadap Negara
Saya sebagai warga negara bertanggung jawab bisa dengan membayar pajak. Dengan itu bisa membantu membangun sarana dan prasarana negara.

Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Sebagai manusia saya bertanggung jawab terhadap Tuhan. Dengan apa yang saya lakukan di kehidupan saya, nanti Tuhanlah yang akan menilai. Dengan menjalani prinsip hidup saya berdoa, membaca firman dan berusaha. Semoga Tuhan menyertai kehidupan saya.

Sabtu, 21 Juni 2014

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia.

Pada dasarnya 3 prinsip gaya hidup kristen yaitu :

1. Berdoa
Doa adalah nafas hidup seorang kristen. Bila seorang kristen jarang berdoa, maka imannya sulit bertumbuh. Seperti seorang yang kurang oksigen dan kesulitan untuk bernafas. Hidupnya penuh kesesakan dan penuh kedagingan. Tidak berbeda dengan orang-orang duniawi.

2. Membaca Firman Tuhan
Firman Tuhan adalah terang dan pelita bagi hidup kita. Orang kristen yang jarang baca alkitab akan banyak menemui kesulitan hidup. Dan selalu salah mengambil keputusan atau jalan. Ia tersesat karena tidak punya arah hidup atau kompas yang dapat menuntunnya pada jalur yang benar. Dan kompas bagi umat kristen adalah Alkitab. Tidak dapat mengecap hidup damai sejahtera yang sesungguhnya. Karena damai sejahtera didapat dari kebenaran-kebenaran yang tertulis dalam Alkitab. Bagaimana ia bisa damai sejahtera jika ia tidak tahu kebenaran?

Membaca Alkitab tidak dapat dilakukan dengan setengah hati atau seadanya. Seperti kita berbicara pada teman dengan setengah hati, maka kita tidak memperoleh kebaikan apapun, tapi justru kebingungan. Bacalah Alkitab dengan sepenuh hati, maka Ia akan berbicara banyak mengenai siapa DiriNya dan kebenaranNya.

3. Menjadi garam dan terang bagi dunia
Sepanjang hidup Yesus dibumi, Ia selalu menjadi garam dan terang bagi manusia. Menyembuhkan, membangkitkan, mengajar, dan melakukan mukjizat lainnya, bahkan memberikan nyawaNya bagi kita. Setiap kata-kata yang Yesus sampaikan selalu berdampak baik bagi murid-muridNya dan orang banyak.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kata-kata dan perbuatan kita berdampak baik bagi hidup orang lain? Sudahkah hidup kita menjadi teladan bagi orang-orang yang tidak percaya, dan bagi orang-orang yang percaya?

Banyak cara dan jalan untuk berbuat kebaikan, namun ketulusan haruslah menjadi kunci bagi kita untuk melayani orang lain (Matius 10: 16b “..sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati). Banyak cara dan jalan menjadi garam dan terang, namun semuanya itu akan berarti bila kita telah hidup dimenangkan oleh Kristus.

Teknologi semakin maju dan berkembang, pergunakanlah semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Pakai itu sebagai alat untuk menebar hal-hal yang baik bagi hidup orang lain. Jadilah garam dan terang. Hidup akan lebih berarti ketika kita tidak memikirkan diri sendiri.

Satu ayat yang mendukung penulisan ini ; Matius 11: 28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”.


Cita-Cita
Cita-cita adalah pandangan masa depan seseorang di masa yang mendatang sebagai tujuan. Cita-cita saya adalah sebagai wanita yang sukses. Sukses disini saya artikan bukan hanya sukses dalam karir, tetapi terjadinya keseimbangan antara hidup rohani dan jasmani. Karena prinsip hidup saya yang utama adalah "Takut akan Tuhan". Takut disini bukan artinya Tuhan menakuti kita melainkan Dia sebagai pedoman karena Firman Tuhan.

Cita-cita menjadi wanita sukses, menjadi kesimbangan hidup antara hidup jasmani artinya kita dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik. Dan pada kegiatan rohani juga dijalani dengan beribadah, berdoa, dan membaca Firman Tuhan. Bila saya sudah berumah tangga dapat menjalankan tugas saya sebagai istri, ibu rumah tangga, dan ibu yang baik.

Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Menjalankan kehidupan harus ingat akan ajar-ajaran agama dan peraturan-peraturan yang ada. Sebagai mengatur, membatasi kita dalam bersikap agar kita tidak dapat menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat dan di akherat nanti.

Usaha/Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Untuk tercapainya cita-cita saya saya sampai saat ini berjuang untuk menggapainya. Saat ini saya sedang mengejar karir saya. Dengan meningkatkan jenjang pendidikan saya. Saya melakukan ini dengan bekerja pada pagi sampai sore dan malamnya saya kuliah. Kerja dari senin sampai jumat dan kuliah dari senin sampai minggu. Dan apa bila terjadi suatu masalah saya yakin Tuhan tidak akan membiarkan kita sendiri dan pasti Tuhan memberikan masalah tidak akan melebihi kekuatan kita. Semoga dengan perjuangan ini, cita-cita saya dapat terwujud dan dapat menjadi garam dan terang dunia yang dapat berbagi antara sesama apa yang saya dapat dan dapat membahagiakan orang lain.

Referensi :

HTTP ://MATIUS513.WORDPRESS.COM



Jumat, 13 Juni 2014

Manusia dan Keadilan : Kasus Seorang Gadis dan Ibu Hamil di Commuter Line

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. Jhon Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Merdeka.com - Sejak pagi jejaring sosial heboh, ada remaja perempuan mencurahkan kebenciannya kepada wanita hamil yang meminta duduk saat naik kereta api dalam media sosial Path. Wanita tersebut keberatan memberikan duduk karena dirinya sudah berangkat pagi demi mendapatkan kursi tersebut.





"Benci sama ibu-ibu hamil yang tiba-tiba minta duduk. Ya gue tahu lw hamil tapi plis dong berangkat pagi. Ke stasiun yang jauh sekalian biar dapat duduk, gue aja enggak hamil bela-belain berangkat pagi demi dapat tempat duduk. Dasar emang enggak mau susah.. ckckck.. nyusahin orang. kalau enggak mau susah enggak usah kerja bu di rumah saja. mentang-mentang hamil maunya dingertiin terus. Tapi sendirinya enggak mau usaha.. cape dehh," tulis wanita itu yang bertagar #notetomyselfjgnnyusahinorg!!

Ketika status keluhan wanita itu dicapture, sudah ada enam komentar dan satu akun Path yang memberikan emoticon sedih serta dilihat oleh 29 temannya. Di gambar tersebut, dua temannya berkomentar mendukung si pembuat status.

"Iya ka, aku sering kaya gitu waktu kerja di Kota. Bodo deh mau dicerewetin ibu-ibu lain. Emang dia doang yang mau dingertiin. Grrrgh," tulus akun Path bernama Febrina.

Atas masalah tersebut, Sosiolog dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar menuturkan, remaja yang seperti itu masuk kategori masyarakat individualistik.

"Remaja itu termasuk orang yang tak peduli orang lain dan hanya mementingkan dirinya, itu tak seusai kultur indonesia. Kemungkinan besar pergaulan atau bahkan keluarganya bermasalah," ujar Musni saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (16/4).

Menurut Musni, remaja tersebut mengalami dekadensi moral atau kemunduran atau kemerosotan moral. Musni menuturkan perkembangan remaja sekarang melahirkan pragmatisme dan mematikan empati.

"Istilah remaja yang bersikap alay atau berlebihan seharusnya tak dibiarkan, karena makin memperburuk remaja kita. Contohnya, remaja wanita mencurahkan isi hatinya atau masalah keluarganya, nah ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Maka tak heran tak sedikit kasus remaja wanita diperkosa, diculik bahkan dibunuh teman facebooknya," jelas dia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Merasa prihatin kasus Dinda, seorang pengguna setia jasa Kereta Rel Listrik (KRL) bernama Diti Darmalisa (32) mengusulkan agar PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menambah satu gerbong khusus untuk ibu hamil,lanjut usia (lansia) maupun difabel atau kalangan prioritas.





Wanita yang akrab disapa Lisa ini mengatakan, mengemukanya kasus Dinda merupakan kisah nyata yang terjadi di lapangan. “Selama dua tahun terakhir saya setiap hari naik KRL dari stasiun Tanjung Barat Jakarta Selatan ke Tanah Abang Pulang Pergi (PP). Memang lansia dan ibu hamil bernasib ngenes karena harus berdiri dan berdesak-desakan didalam gerbong,” ujarnya kepada Republika, Jumat (18/4) malam.

Dia menjelaskan, kondisi KRL setiap hari, terutama saat jam kerja memang selalu penuh penumpang. Jika berangkat lewat dari pukul 05.00 WIB, kata Lisa, bisa dipastikan penumpang tidak akan bisa masuk ke gerbong KRL. Karena penuh, berdesak-desakan maka orang-orang menduduki kursi-kursi yang seharusnya untuk ibu hamil, lansia, dan orang cacat (prioritas). Akibatnya, mereka yang seharusnya mendapatkan hak untuk duduk di kursi-kursi tersebut terpaksa berdiri.

“Padahal kasihan banget karena ibu-ibu hamil yang perutnya harus tergencet ketika berdiri di KRL, dan ada nenek-nenek yang harus berdiri. Itu sudah makanan sehari-hari,” katanya.

Memang, dia melanjutkan, ada bapak-bapak yang terkadang mau memberikan tempat duduknya untuk mereka. Namun tak jarang juga bapak-bapak itu memilih tidak peduli. Tak hanya itu, ia juga melihat seringkali anak-anak muda yang telah mendapatkan tempat duduk di KRL memilih cuek dan memasang earphone jika ada ibu hamil atau lansia. Bahkan ironisnya ada pula yang memilih pura-pura tidur.

“Artinya kasus Dinda itu sering terjadi karena saya naik kereta setiap hari. Saya prihatin karena anak-anak muda jaman sekarang itu kurang berempati terhadap ibu hamil, lansia, dan difabel,” ujarnya.

Ia memberi masukan, untuk mengatasi masalah itu, ia memberi masukan supaya PT KCJ menambah satu gerbong khusus untuk lansia, ibu hamil, dan orang cacat. Jadi, gerbong khusus wanita memang hanya untuk wanita dan gerbong umum untuk laki-laki atau campur. Sementara gerbong khusus itu diisi ibu hamil, orang disabilitas, dan lansia.

“Daripada ibu hamil dan nenek-nenek menjadi korban kalau tetap bercampur di gerbong umum maupun gerbong wanita, lebih baik sediakanlah satu gerbong khusus yang bisa memuat berapa ratus orang,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejak Rabu (16/4) pagi jejaring sosial Path, twitter, facebook heboh mengecam akun Path seorang remaja perempuan bernama Dinda. Ini karena Dinda mencurahkan kebenciannya kepada wanita hamil yang meminta duduk saat naik KRL. Dinda keberatan memberikan tempat duduknya karena dirinya sudah berangkat pagi demi mendapatkan kursi tersebut.

Analisa.

  • Keadilan Legal atau Keadilan Moral


Pada kasus diatas adalah kasus tentang kurangnya moral terhadap anak muda pada jaman sekarang. Di KRL Commuter yang kondisinya penuh sekali dan berdesak-desakan, untuk ibu yang sedang hamil tentunya kurang nyaman dan membahayakan janin di dalam rahimnya. Lalu ibu hamil tersebut minta duduk dikursi pada seorang gadis. Hal tersebut tidak dìsukai anak gadis tersebut sehingga ia meluapkan emosinya pada media sosial. Yang pada umumnya dilihat oleh masyarakat.

  • Keadilan Distributif


Anak gadis itu memang tahu benar gimana kondisi KRL pada jam-jam kerja yang penuh dan berdesak-desakan, sehingga ia berusaha bangun pagi dan untuk mendapat tempat duduk. Menurut dia itu tidak adil untuknya dia sudah berusaha tapi ada wanita hamil kemudian dia harus memberikan tempat duduknya tanpa ibu hamil tersebut tidak berusaha bangun pagi dan pergi ke stasiun yang memungkinkan ia mendapat duduk.

  • Kejujuran


Memang gadis ini jujur meluapkan kekesalannya tapi tidak pada tempatnya, yaitu media sosial yang orang lain bisa mengakses. Ya seharusnya kalau manusia punya moral tentunya melihat seorang ibu yang sedang hamil ya seharusnya kita utama kan. Bagaimana kalau hal tersebut terjadi kepadanya.

  • Kecurangan


Hal ini terjadi kecurangan karena fasilitas yang telah tersedia contohnya kursi prioritas untuk ibu hamil, orang lansia, dan anak-anak masih di pakai oleh orang-orang yang tidak semestinya duduk di tempat prioritas.

  • Pembalasan


Pada akhirnya hasil ungkapan emosi si gadis di media sosial mendapatkan sanksi sosial.

Kesimpulan.

Kasus ini dapat menjadi contoh dan pembelajaran kita. Pendidikan moral memang harus selalu ada, untuk mengajarkan rasa empati, sopan santun dan kita manusia tidak dapat hidup sendiri karena kita mahluk sosial.

Media sosial perlu kita ingat ada hal negatif dan positif yang akan ditimbulkan. Tentunya kita harus benar-benar memikirkan mana hal yang penting di publikasikan atau tidak, karena pada hakikatnya media sosial adalah media yang bisa diskses oleh siapapun seiring dengan kemajuan teknologi.

Hal ini juga menjadi peringatan untuk pengelola alat-alat transportasi, yang dimana harus memberikan kenyamanan, keamanan dan kemudahan bagi pengguna fasilitas-fasilitas umum.

Sumber :

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/04/18/n48grf-prihatin-kasus-dinda-pengguna-krl-usul-gerbong-khusus-ibu-hamil

http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/04/16/352335/250x125/abg-tak-kenal-empati-ke-ibu-hamil-dikecam-di-media-sosial.jpg

Rabu, 30 April 2014

MANUSIA DENGAN PENDERITAAN

Demi Obat Penenang Satu Persatu Bagian Tubuhku Kupotong

Dunia Kevin Kubik serasa runtuh hancur berkeping-keping saat suatu hari di depan matanya ia melihat ayahnya ditangkap polisi dengan tangan terborgol. Semenjak hari itu ia tidak pernah melihat ayahnya lagi dan tidak pernah tahu kejahatan apa yang telah dilakukan ayahnya.

"Saat saya melihat ayah saya dibawa pergi seperti itu, yang ada di dalam diri saya adalah rasa marah yang amat sangat. Dan tentu saja karena saya masih kecil saya tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi dan saya benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa. Dan perasaan marah itu mulai bertumbuh di dalam hati saya," ujar Kevin mengawali kisahnya.

Secara emosional, pribadi Kevin hancur dan ia mulai melampiaskan kemarahan itu pada setiap barang yang ada di hadapannya. Kevin mulai memukul dan menghancurkan barang-barang, merobek perkakas dengan pisau, merusak mobil dan apa saja karena besarnya rasa marah yang tersimpan di dalam dirinya. Dalam waktu tidak terlalu lama, Kevin menemukan cara lain yang jauh lebih mengerikan untuk melampiaskan rasa frustrasinya, memotong bagian tubunya sendiri dengan pisau.

"Sejujurnya saya tidak tahu kenapa saya mulai melukai tubuh saya sendiri. Saya pikir mungkin dengan cara itu saya bisa mendapatkan sedikit perhatian karena saya kehilangan perhatian dari seorang ayah dan saya tidak memiliki figur seorang ayah," ujarnya dengan pedih.

Tidak hanya melukai dirinya sendiri, Kevin juga mulai minum alkohol dan memakai obat-obatan. Kevin mulai menikmati semuanya itu karena melalui hal itulah semua rasa sakit akibat ketidakhadiran ayahnya mulai menghilang dan Kevin tidak lagi merasakan luka, marah maupun rasa sakit untuk sesaat.

Awalnya Kevin hanya menggunakan mariyuana namun seiring dengan pertambahan usianya, ia mulai memakai semua obat-obatan yang bisa ia dapatkan dan hidup dengan alkohol maupun asap yang memabukkan. Ketergantungan ini semakin parah ketika Kevin mulai kecanduan obat-obatan dokter. Kevin menipu, mencuri, dan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan segala obat.

Ketidakstabilan emosi Kevin dan ketergantungannya akan obat yang semakin parah memaksanya untuk melakukan hal-hal yang ekstrim. "Ide brilian" yang melintas di kepalanya membuat Kevin mengambil mesin pemotong dan memotong salah satu jarinya. Jari telunjuk tangan kirinya menjadi korban pertama kegilaan Kevin.

"Saya pergi ke dokter dan langsung masuk ICU. Tentu saja mereka mengoperasi tangan saya dan hal itu membuat saya diberikan obat-obatan penahan rasa sakit yang saya dambakan," ujarnya.

Kevin tidak berhenti sampai di situ. Selama bertahun-tahun, beragam pemotongan dilakukan olehnya. Kevin mengambil pisau listrik dan memotong tendon kakinya. Dan ketika luka itu sembuh, ia memotongnya lagi. Kevin juga memotong bagian belakang lutut kanannya, memotong otot-otot di tangan kirinya, dan memotong buku jari tangan tengahnya. Kevin juga menghancurkan jempol kakinya sedemikian rupa sampai harus diamputasi. Semuanya itu dilakukan oleh Kevin hanya untuk mendapatkan resep obat-obatan dokter dalam jumlah yang besar.

"Secara fisik saya kecanduan obat dokter. Jika saya tidak meminumnya, saya akan merasakan sakit, pusing, mual, berkeringat, dan ngilu di seluruh tubuh saya. Cara termudah untuk mengatasi hal itu adalah dengan tetap memakai semua obat-obatan itu. Karena semakin banyak saya memakainya, semakin sedikit rasa sakit itu," kisah Kevin akan masa lalunya yang kelam.

Kevin pun kemudian bertemu Luane. Ia menjauhkan diri dari semua kecanduannya hingga mereka menikah. Tapi semua itu tidak bertahan lama sampai Luane menangkap basah apa yang Kevin lakukan.

"Sedikit demi sedikit Luane mulai menyadari akan kebiasaan saya melukai diri sendiri dan juga akan kecanduan saya. Pada mulanya saya berusaha keras untuk menyembunyikannya, namun bagaimana Anda dapat menyembunyikan luka-luka maupun ketika Anda jatuh di sana-sini dan terkapar di lantai?" ungkap Kevin.

Hidup Kevin semakin gelap. Ia mulai mendengar suara-suara seram di dalam rumah, bayangan menyeramkan yang dipercayanya sebagai kuasa kegelapan, dan temperamennya menjadi semakin brutal bahkan melampaui batas ketika dalam ketidaksadaran akibat obat-obatan dan alkohol, Kevin menodongkan pisau kepada Luane dan mengancam akan membunuhnya. Luane lari dari rumah dan tidak pernah kembali.

"Sewaktu Luane pergi, saya benar-benar merasa kehilangan dan hancur. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya benar-benar merasa sendirian. Hati saya tercabik, saya tidak tahu harus pergi kemana dan berpaling kepada siapa, saya kehilangan segalanya, tidak memiliki apa-apa lagi, sangat tidak sehat, tidak makan, dan yang saya lakukan hanyalah mabuk dan "ngobat". Saya telah kehilangan hal-hal yang terpenting bagi saya. Itu adalah titik terendah dalam hidup saya," ungkap Kevin dengan suara serak menahan tangis.

Sementara itu Luane mulai menghadiri kebaktian gereja bersama dengan teman-temannya. Tak lama setelah itu ia menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya. Saat Kevin berusaha mati-matian untuk berkomunikasi dengan istrinya, Kevin setuju untuk berdoa dengan Luane setiap malam di telepon. Lalu suatu malam sesuatu yang menakutkan terjadi.

"Kami berbicara, kami berdoa dan menutup telepon. Ketika saya berbaring di situ, sepertinya ada yang mencengkeram pergelangan kaki saya. Hal itu begitu menakutkan saya. Jadi saya kembali menelepon Luane. Dan ketika kami berbicara di telepon, suara guntur menggelegar dan petir menyambar. Suasana malam itu bagaikan Tuhan yang sedang menghantam tinju-Nya dan berkata, "Anak-Ku akan datang dan menyelamatkan anak muda ini malam ini". Jadi waktu kami berbicara di telepon saya berkata, "Luane, apa yang harus saya lakukan?" dan dia bilang "Mintalah agar Yesus datang!" Dan saya berkata, "Yesus, hidupku adalah milik-Mu. Lakukanlah apapun yang ingin Engkau lakukan". Dan saat itu juga saya tertidur. Saya tertidur di atas Alkitab saya dan merasakan damai untuk pertama kalinya dalam hidup saya, paling tidak selama 31 tahun umur saya," ungkap Kevin dengan isak tangis penuh haru ketika ia menceritakan titik balik dalam hidupnya.

Keesokan paginya, Kevin telah menjadi seorang pria yang baru.
"Pagi itu, 9 Maret 2003, Tuhan melalui anak-Nya Yesus Kristus memulihkan dan membebaskan saya dari 25 tahun kecanduan, gangguan mental, dari sakit penyakit dan pola makan yang kacau. Secara instan Tuhan mengambil semua itu dan tak pernah kembali lagi," ujar Kevin akan mukjizat yang terjadi dalam hidupnya.
Ketergantungan Kevin akan obat-obatan kini digantikan dengan sebuah rasa lapar yang baru.

"Saya mulai "melahap" Firman Tuhan. Saya tenggelam ke dalam Firman Tuhan dengan begitu dalam. IA menaruh rasa lapar dalam hidup saya akan Firman itu. Mulai dari saat saya membuka mata di pagi hari sampai saya menutup mata di malam hari, saya hanya ingin terus mencari siapa pribadi yang telah datang dan menyelamatkan saya," ujar Kevin.

Luane melihat perubahan yang dramatis dalam hidup Kevin dan pulang ke rumah. Saat ini Kevin dan Luane melayani Tuhan bersama-sama. Mereka tertanam di gereja lokal dan memiliki banyak teman rohani. Kevin juga telah bebas dari obat-obatan dan alkohol, suatu hal yang tak pernah terbayangkan olehnya bahwa hal itu mungkin terjadi.

"Apapun yang pernah engkau lakukan, setiap pikiran yang akan engkau lakukan, bisa diampuni. Tidak ada masalah yang terlalu besar bagi Tuhan yang tidak dapat diatasi oleh Yesus Kristus. Yang kita perlukan hanyalah merendahkan diri di hadapan-Nya dan meminta-Nya untuk megambil alih segala masalah itu," ujar Kevin menutup kesaksiannya. 

Sumber Kesaksian:
Kevin Kubik


Analisa :

1.  Penderitaan

Dalam kisah ini mengisahkan penderitaan Kevin Kubik yang awal penderitaannya pada waktu kecil ditinggal ayahnya karena ditangkap polisi yang ia sendiri tidak tahu penyebabnya. Dan situ Kevin kehilangan sosok penjaganya dan perhatian. Ia mulai hidup dengan emosional, melapisakan amarahnya dengan merusak barang-barang rumah lalu melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri, narkoba dan lain-lain. Ketergantungan narkoba membuat dirinya dapat melukai dirinya sendiri untuk melampiaskan rasa frustasinya. Ia memotong jarinya, melukai tangan, kakinya. Agar bias ke dokter dan mendapatkan obat yang dapat dapat mengurangi rasa sakitnya karena ketergantungan narkoba. Sampai ia menikah dengan Luane kebiasaan melukai dirinya sendiri tidak hilang, sempat Kevin ketika tidak sadar diri menodongkan pisau ke istrinya.

2. Siksaan
Kevin mengalami siksaan batinnya karena kehilangan sosok ayahnya sehingga ia frustasi dalam hidupnya melakukan tidakan kriminal dan narkoba ia melukai dirinya sendiri.


Sumber :




Jumat, 25 April 2014

Pesona Raja Ampat

Raja Ampat atau 'Empat Raja' adalah nama yang diberikan untuk pulau-pulau ini. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang dimaksud itu adalah Waigeo, Salawati, Batanta, Misool yang merupakan penghasil lukisan batu kuno.



Wilayah pulau-pulau di Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di pulau yang menakjubkan ini.

Pulau Raja Ampat merupakan fenomena alam yang menawan dengan keanekaragaman hayati yang melimpah. Ada 1.320 spesies ikan di Raja Ampat; 75% seluruh spesies karang yang ada di dunia; 10 kali lipat jumlah spesies karang yang ditemukan di seluruh Karibia; terdapat 600 spesies karang yang tercatat; 5 spesies penyu laut langka; 57 spesies udang mantis; 13 spesies mamalia laut; dan 27 spesies ikan yang hanya dapat Anda ditemui di wilayah ini.



 Pemandangan laut yang menakjubkan di atas dan bawah lautnya akan memberi isyarat kepada Anda bahwa kegiatan memotret adalah hal yang tidak boleh dilewatkan.
Kondisi alam Raja Ampat sangat unik dan berbeda karena memiliki struktur tanah endemik, keanekaragaman biota laut, ekologi pantai, serta kebudayaan. Keindahan ini sempurna bersama tradisi penduduk dan kearifan lokalnya.


Pilihlah beberapa aktivitas berikut ini atau mengapa tidak jajal saja semuanya.
  • Menyelam untuk melihat sisa-sisa reruntuhan kapal di bawah laut
  • Berlayar
  • Bermain kayak
  •  Menjelajahi pulau dengan perahu
  • Mengunjungi Burung Cenderawasih Merah khas Papua
  • Menikmati indahnya pulau-pulau karang (karst) di sekitar Pulau Wayag
  • Menjelajahi gua kelelawar (bukan kelelawar varietas Dark Knight)
  • Membuat patung kayu sendiri yang dipandu oleh pengrajin Asmat
  • Memancing menggunakan cara tradisional PapuaTrekking untuk menemukan air terjun
  • Memberi makan kuskus
  • Snorkeling

Di Raja Ampat Anda juga dapat melihat “hantu laut”, yaitu tepatnya di bagian Timur Waigeo, di depan desa Urbinasopen dan Yesner. Ada fenomena alam unik dan menarik dan hanya dapat dilihat setiap akhir tahun. Yaitu sebuah sinar yang berasal dari laut mengitari permukaannya berlangsung sekitar 10-18 menit. Penduduk setempat menyebut  fenomena ini sebagai “hantu laut”. Fenomena ini lebih dari sekedar pemandangan sunset yang indah dan dapat Anda saksikan dari atas perahu.

Di bagian Barat dan Utara Waigeo, Anda dapat melihat pertunjukan suling bambu tradisional yang disebut suling tambur. Pertunjukan tradisional ini biasanya diselenggarakan selama festival keagamaan, saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dan saat  datangnya kunjungan pejabat atau pemimpin penting. Jika Anda tertarik dengan antropologi maka acara ini patut dimasukkan dalam agenda terpisah.

Di Tomolol, Anda akan terkagum-kagum dengan gua-nya. Anda dapat melihat lukisan telapak tangan manusia dan hewan yang sangat besar. Dilukis oleh penghuni gua dari masa prasejarah. Sedangkan di sebelah utara Waigeo, Anda juga dapat belajar sejarah dengan mengunjungi gua dari masa Perang Dunia II, tempat pasukan Belanda dan Jepang membangun bungker mereka. Kadang masyarakat setempat melakukan tarian perang yang dapat Anda saksikan. Ada juga air terjun yang terus mengalir di Salawati, pemandangan yang tidak boleh Anda lewatkan pastinya.

Selain itu, terdapat juga pulau eksotik yaitu Pulau Ayau yang terdiri dari pulau-pulau kecil di Kepulauan Karang yang sangat besar dimana dasar lautnya berpasir putih dan menghubungkan satu pulau dengan yang lain.

Ada juga pulau-pulau dengan pasir yang unik, masyarakat setempat menyebutnya “Zandplaat”. Di sini merupakan habitat unik vegetasi lokal. Anda dapat melihat  ibu-ibu dan anak suku setempat menangkap cacing laut (insonem).





Waigeo Selatan menjadi tujuan favorit penggemar diving. Saat Anda di sini, mengapa tidak untuk mengunjungi Kabui Bay yang memiliki banyak pulau karang (karst), gua tengkorak, dan tempat bersejarah Raja Ampat di Kali Raja. Anda dapat melihat berbagai jenis burung di Desa Yenwaupnor dan Sawinggrai, tari Salay di Saonek, dan kerajinan anyaman di Arborek. Di Arborek, sekali lagi Anda dapat menyelam dan menyaksikan sekelompok ikan pari berenang. Di Sawandarek, ada pantai berpasir putih dengan bebek laut dan karang yang indah. Selain itu, ada sebuah desa tradisional di mana Anda dapat berjalan-jalan dan menikmati suasana unik.

Anda juga dapat menyelam di sebelah Barat WaigeoBatanta, dan Kofiau. Potensi tujuan wisata ini adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi olehhouseboats atau rumah kapal. Pulau karang (karst) di Kepulauan Wayag memiliki objek alam yang sangat menarik untuk dinikmati.

Diving & Snorkeling
 


Rumah bagi seperempat kehidupan laut dunia, Kepulauan Indonesia termahsyur akan diving kelas dunia dan keindahan bawah laut yang memukau.

Selami dan temukan lautan yang berlimpah dengan semua jenis makhluk laut, mulai dari Pulau Weh di Sumatra sampai Raja Ampat di Papua. Dimana lagi di dunia Anda bisa berdekatan dengan sekelompok mantaray dan penyu, menyelam dengan spektakuler dan mengeksplor kapal yang sudah karam?




Biasanya, penyelam akan bergabung dengan tur wisata dan tinggal di resor penyelam selama mengunjungi Pulau Raja Ampat. Untuk mengakses tempat-tempat penyelaman maka Anda dapat menghubungi agen perjalanan wisata yang dapat ditemukan di Sorong. Beberapa agen perjalan wisata juga menawarkan pilihan tur dari atas perahu seperti berikut ini.
2.        Menyelam di Raja Ampat.
3.        Raja Ampat


Referensi :


Kamis, 17 April 2014

Tulus Mencintaimu



Pada 19 Agustus 2007

Tiada perasaan lain yang kumiliki saat ini, kecuali perasaan cinta dan kasih sayangku terhadapmu.

Tiada rasa lin yang aku milliki kecuali rasa rinduku yang sangat dalam kepadamu, dan kini aku teramat merindukan dirimu.

Aku teramat merindukan kisah-kisah yang telah lewati saat-saat itu sepertinya ingatan itu telah melekat, dan membekas dalam pikiranku dan takkan pernah hilang.

Tiada gambaran dan lukisan lain di hatiku kecuali dirimu.

Hanya dirimu yang telah mengisi jiwa tubuh dan ruh ku dengan bayangan dan memenuhinya dengan pikiran-pikiranku tentangmu.

Semua hayalanku tertuju kepadamu dimana ia tak pernah padam dan tak pernah hilang,

Aku merasa aku takkan pernah mati, karena aku merasa usiaku sangat lama untuk mencintai dirimu.

Hingga sekarang, jika kau pertanyakan lagi. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati dengan kesucian dan ketulusan jiwa yang aku miliki saat ini.

Pada puisi diatas, penyair menggambarkan perasaan cinta tulusnya terhadap kekasihnya.Iya juga merindukan waktu-waktu bersama kekasihnya yang indah hingga tidak bisa hilang dari ingatannya. Tiada kekasih yang lain yang dapat menggantikan sosok kekasihnya itu hingga usianya yang tidak lagi muda. Bila ditanyakan bagaimana perasaan penyair terhadap kekasihnya, ya tetap samacintanya dengan sepenuh hati, suci dan tulus terhadap kekasihnya itu walau kekasih dambaannya tidak bersama lagi dengannya.

Referensi :

http://www.puisi.org/author/puisiindonezianet/


Jumat, 11 April 2014

KEBUDAYAAN TANAH TORAJA


Kapal layar Spanyol dan Portugis serta para pedagang Inggris dan Belanda mengarungi lautan Sulawesi Selatan untuk menguasai rempah-rempah. Mereka dikawal “prajurit perang” untuk bertahan dari serangan bajak laut Bugis dan Makasar. Keduanya terkenal sebagai pelaut ulung dan bermata pencaharian di laut.
Sejarah
Sejak awal abad ke-14, di wilayah terdapat beberapa kerajaan dan yang paling terkenal adalah kerjaan Luwu, Gowa, Soppeng, Tallo, dan Bone.
Pengaruh budaya Eropa telah ada sejak abad ke-16, ketika Portugis tiba di Makasar dan mencari dukungan dari raja Gowa.

Kerajaan Bone dan Gowa berperang tahun 1562 namun kemudian sepakat berdamai. Setelah mengalami pergolakan melawan penjajah Belanda dan pendudukan Jepang, Sulawesi Selatan akhirnya menjadi sebuah provinsi Indonesia tahun 1964.

Masyarakat dan Budaya
Orang Makasar dan Bugis adalah masyarakat yang religious, kebanyakan masyarakatnya beragama Muslim yang taat. Masyarakat Bugis adalah salah satu pelaut terbaik di dunia. Pelaut-pelaut Bugis, Bajau, Buto, dan Makasar telah melakukan perdagangan dengan negara-negara tetangga, dan yang paling menonjol dengan masyarakat Aborigin Australia selama ratusan tahun.  



Terlindung aman di luar gunung tinggi dan tebing batu granit, inilah tempat dimana  masyarakat Toraja tinggal, di sebuah lembah subur dengan terasering sawah menghijau dan perkebunan kopi yang subur. Inilah salah satu tempat terindah di Indonesia yang menyimpan daya magis dalam kultur extravaganza Tana Toraja serta bebatuan megalitik Lore Lindu.
Pesonanya terkuak ketika tengkorak-tengkorak manusia menunjukan kemisteriusannya kepada Anda juga puluhan kerbau dan babi yang pasrah disembelih untuk upacara kematian demi sebuah ritus ‘Orang Mati yang Hidup’ .
Di sinilah Anda dapat melihat situs makam pahat di Lemo, makam goa purba di Londa, menhir di Rante Karassik, dan perkampungan Kete Kesu unik. Semuanya terpeliharanya dalam bingkai adat budaya karena masyarakatnya sangat menghormati leluhur dengan tetap menjaga eksistensi pekuburannya.
Tahun 2004, berkat kekayaan budayanya, Tana Toraja dimasukkan dalam daftar sementara warisan budaya dunia oleh UNESCO (Inscription World Heritage-C1038). Menyambut hal ini masyarakat Toraja menggelar upacara Pesta Toraja (Toraja Fiesta) di pasar seni Rantepoa, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Acara tersebut menyuguhkan serangkaian tarian dan atraksi dari 15 kecamatan di Tana Toraja. Toraja Fiesta adalah salah satu perwujudan Rambu Tuka’, ungkapan kegembiraan
Ketika Anda pergi ke dataran tinggi Tanah Toraja maka bersiaplah terpesona keindahan alamnya yang menakjubkan. Di saat yang sama ada daya tarik dari masyarakatnya telah mempertahankan kepercayaan dan tradisi mereka dalam siklus kehidupan yang kekal dan kematian di Bumi.


Jalan dari Makassar ke Toraja sepanjang pantai sekitar 130 km kemudian berakhir di  pegunungan. Setelah masuk ke Tana Toraja di pasar Mebali maka Anda akan memasuki pemandangan luar biasa berupa batu granit abu-abu dan pegunungan biru. Keindahan ini sempurna dalam balutan kontras tumbuhan hijau.
Di sini, bangsawan Toraja diyakini keturunan dewa yang turun dengan tangga surgawi untuk tinggal di Bumi dengan alamnya yang indah ini.
Untuk menjaga kekuatan tanah dan rakyatnya, masyarakat Toraja percaya bahwa tanah ini harus dipertahankan melalui ritual untuk merayakan mereka hidup dan yang telah mati, melekat saat musim taman. Di Toraja kehidupan secara ketat dipisahkan dari upacara kematian.
Toraja terkenal dengan upacara kematian yang dapat berlangsung selama berhari-hari melibatkan seluruh penduduk desa. Tidak hanya pada saat berkabung tetapi juga untuk acara hiburan dan persaudaraan komunitas yang ada.


Upacara kematian, diadakan setelah musim panen selesai. Biasanya antara bulan Juli dan September. Sementara upacara kehidupan digelar saat musim tanam di bulan Oktober. Saat itu penguburan tidak di lakukan dengan segera tetapi ditunda selama beberapa bulan bahkan kadang bertahun-tahun, disimpan di rumah khusus hingga waktu yang tepat dan tersedianya dana.


Anda yang datang ke Toraja tertarik pada keunikan budaya juga pada ritualnya. Berpusat pada upacara penguburan dan kuburannya. Sementara yang lainnya memilih untuk melakukan trekking ke pedesaan sekitar Toraja yang hampir tak tersentuh. Mencumbu desa-desa terpencil atau berarung jeram di Sungai Sa'dan.
Ibu kota Toraja adalah Makale tetapi pengunjung biasanya pergi ke kota Rantepao, sebuah jantung Tana Toraja.

Kuliner
Sulawesi Selatan merupakan surga bagi pecinta kuliner. Mulai dari seafood, Chinese foodatau makanan yang paling terkenal yaitu soto makasar. Sop saudara mirip dengan soto tapi rasanya lebih tawar daripada. Konro juga salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang terkenal lezat.
Untuk cemilan, Anda mungkin ingin mencoba jalangkote, sejenis kue kering dengan isi yang lezat dan dimakan dengan saus cabai. Untuk makanan penutup, cobalah pisang epe, yaitu pisang yang disiram saus gula merah, biasanya dicampur nangka atau durian. Es palung butu, terbuat dari irisan pisang, es batu, santan, dan sirup merah, rasanya segar dan lezat. Pisang hijau adalah pisang yang dilapisi adonan terigu dan daun pandan, Dipotong lalu disiram sirup cocopandan.
Ada banyak restoran di tempat wisata dan warung di sepanjang jalan. Lebih baik bawalah makanan sendiri ketika berpergian. Apabila Anda datang bersama agen perjalanan maka akan dibawa ke restoran atau makanan bungkus di bus.

Menu khas makanan Toraja  yang dapat Anda cicipi adalah pakpiong ayam, sayur  daun ubi yang di tumbuk, sate keong, puding labu dan banyak menu khas lainnya yang khas dengan menggunakan media alas daun pisang. Pa'piong yaitu masakan tradisional Toraja yang dimasukkan ke dalam bambu berisi daging babi, daging kerbau, daging ikan mas. Namun, dagingnya tidak dicampur satu dengan yang lain tetapi dicampur dengan sayur dan bumbu. Sayurnya (utan bulunangko) atau sayur mayana yang kadang menggunakan buah nangka muda atau batang pisang. Bumbu sayur dicampur dengan garam, jahe, daun bawang dan cabe. Kadang juga daging babi, daging ayam, ikan mas atau daging kerbau ditambahkan darahnya dicampur baik daging yang sudah di potong kecil, sayur, dan bumbu. Setelah semuanya tercampur rata, lalu dimasukkan ke dalam tabung-tabung bambu muda yang sudah dipotong sepanjang ruasnya. Selanjutnya, bambu ditutup remasan daun pisang lalu dibakar langsung di atas perapian dengan kayu yang agak sulit terbakar dibentangkan melintang dan kedua ujungnya ditopang untuk menyandarkan bambu tersebut.


Tak lengkap jika Anda berkunjung ke Tana Toraja tanpa menikmati kopi toraja. Kopi toraja adalah satu minuman yang dicari oleh setiap orang yang berkunjung ke Toraja. Kopi Toraja sangat terkenal dan telah mendunia dikalangan pecinta kopi. Kopi toraja merupakan jenis kopi arabika (Cofeea arabica) yang dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 700 - 1.700 m dpl, dengan suhu rata-rata 16 - 20 °C beriklim kering selama 3 bulan per tahun berturut-turut.


Referensi :






Jumat, 21 Maret 2014

ANALISIS PUISI DOA - CHAIRIL ANWAR

DOA
Kepada pemeluk teguh

Chairil Anwar


Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh

CahayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling


13 November 1943



Analisis Puisi DOA

Tema
Tema adalah ide pokok yang mendasari sebuah karya. Pada puisi Doa memiliki tema kepasrahan hidup kepada Tuhan. Melalui puisi penyair hendak menunjukan sikap tunduk kepada Tuhannya karena hidupnya yang sudah remuk, susah dan tidak berdaya tetapi dia tetap tidak berpaling kepada Tuhannya.

Diksi
Diksi adalah pilihan kata. Dalam puisi ini, Chairil Anwar menggunakan pilihan kata contohnya pada bait “aku mengembara di negeri asing” yang berarti kejenuhan terhadap dunia yang ditinggali saat itu.

Rima
Meskipun puisi Doa ini berbentuk bebas yang bebas dari aturan bait dan baris. Tetapi didalamnya terdapat rima u-u-u-u, contohnya pada bait pertama.

Penginderaan
Penginderaan adalah cara penyair memberikan efek indriawi terhadap puisinya. Pada puisi ini sang penyair sedang dalam keadaan kalut dan pasrah terhadap Tuhannya.

Amanat
Amanat adalah pelajaran atau pesan yang diambil dari sebuah karya. Amanat yang terdapat pada puisi ini adalah bahwa setiap manusia harus senantiasa dekat kepada sang penciptanya.


Sumber :



Sabtu, 15 Maret 2014

MENGENAL KEBUDAYAAN SUKU KAREN - THAILAND

Sejarah

Suku Karen berbahasa Karen, masih dalam kelompok bahasa Sino-Tibet, mereka adalah kelompok etnis yang berada di Birma selatan dan tenggara (Myanmar). Orang Karen sekitar 7 persen dari populasi total sekitar Burma 50 juta orang. Sejumlah besar Karen juga berada di Thailand, terutama di perbatasan Thailand-Burma. Suku Karen sendiri sering bingung dengan suku Karen Merah (atau Karenni). Salah satu subkelompok dari Karen, suku Padaung dari wilayah perbatasan Burma dan Thailand, yang terkenal dengan cincin leher yang dipakai oleh para wanita. Legenda Karen mengacu pada 'sungai menjalankan pasir' yang konon begitulah cara nenek moyang mereka menyeberang. Karen banyak yang berpikir ini mengacu ke Gurun Gobi, meskipun mereka telah tinggal di Burma selama berabad-abad. Suku Karen merupakan populasi etnis terbesar di Burma setelah Bamars dan Shans. Suku Karen tinggal di daerah perbukitan 400 m, hingga ke pegunungan berketinggian di atas 800 m di atas permukaan laut.



Suku-Suku Terbuang

Kebanyakan suku Karen tinggal di daerah perbukitan yang berbatasan dengan wilayah timur dan delta Irrawaddy Myanmar, terutama di Daerah Kayin, dengan beberapa di Kayah Negara, selatan Negara Bagian Shan, Daerah Ayeyarwady, Tanintharyi Daerah, dan di bagian barat Thailand.

Sensus terakhir di Burma dilakukan pada tahun 1931. Sebuah artikel 2006 VOA memperkirakan suku Karen sebanyak tujuh juta orang di Burma. Di Thailan sebanyak 400.000 orang, di mana mereka yang terbesar dari suku-suku bukit lainnya.

Suku Karen dan suku lainnya di Maehongson adalah suku terasing dari pedalaman Myanmar. Mereka adalah suku pegunungan yang tinggal di hutan-hutan sekitar perbatasan Thailand-Myanmar. Desa-desa aslinya ada di pelosok Myanmar, serta propinsi2 Chiang Rai,Mae Hong Son dan Chiang Mai (kadang berpindah2).

Pada tahun 1949 berkecamuk perang saudara yang membuat mereka terpaksa mengungsi. Karen National Union dan kelompok gerilya suku-suku minoritas lain bertempur melawan pemerintahan Mynmar. Sejak tahun 80an hingga saat ini militer Mynmar berhasil mengusir warga dari 3 ribu desa milik Suku Karen. Suku-suku itu mendaki gunung melewati perbatasan dan tinggal di Provinsi Maehongson.

Suku terbuang ini hidup seperti pengungsi tanpa identitas di Thailand. Berdasarkan laporan UNESCO pada tahun 2008, hampir dua juta orang suku pegunungan yang tinggal di Thailand tak punya kartu identitas. Dikatakan, hampir 70 persen dari mereka tak bisa mendapat pendidikan dasar seperti anak-anak Thailand lainnya, dan 98 persen tak bisa mendapat pendidikan yang lebih tinggi.
Community Leaning Center (CLC) atau pusat Kegiatan Masyarakat di Mae Hong Son mencoba mengatasi masalah ini dengan membantu sekitar 30 anak suku pegunungan mendapatkan akses ke pendidikan yang lebih tinggi.



Pembagian suku Karen

·     Karen Merah (Red Karen) / (Kayah)
Karen Merah (Karenni) terdiri dari kelompok berikut: Kayah, Geko (Kayan Ka Khaung, Gekho, Gaykho), Geba (Kayan Gebar, Gaybar), Padaung (Kayan Lahwi), Bres, Manu-Manaus (Manumanao), Yintale, Yinbaw, BWE, Paku, Shan dan Pao. Beberapa kelompok (Geko, Gebar, Padaung). milik Kayan, subkelompok dari Red Karen.
·     Karen S'gaw
Karen kelompok terbesar dan paling tersebar luas. Banyak tinggal di Yangon, Bago (kabupaten Taungoo, dan kabupaten Tharyarwaddy), Mandalay (Pyin Oo Lwin dan Kalaw), Tanintharyi (Myeik dan Dawei), Ayeyarwaddy (kabupaten Hintharda), Karen Timur (Thanton) , Kayah Negara (Mawchi) dan Thailand (Chiang Mai). Bahasa Karen S'gaw adalah bahasa umum untuk sebagian besar orang Karen. Dalam istilah Karen, Karen S'gaw disebut Htee Bar.
·    Karen Pwo
Karen Pwo Timur tinggal di bagian barat Thailand dan daerah Kayin, Myanmar; Karen Pwo Barat tinggal di Irrawaddy, Burma. Dalam istilah Karen, Karen Pwo disebut Mo Htee.
·    Karen Putih
Sebagian besar Karen Putih tinggal dekat Pyinmana, Mandalay. Dalam istilah Karen, Karen Putih disebut Ka Nyaw Wah.
·    Karen Paku
Karen Paku tinggal di Taungoo, Bago, Kayah Negara, Mawchi dan timur Kayin, Thandong. Orang Karen Paku berbahasa sama dengan Karen S'gaw.

Di Provinsi Maehongson sebelah utara Kota Bangkok-Thailand, hiduplah beberapa suku gunung yang berasal dari Burma atau Myanmar. Diantaranya Suku Akha, Suku Karen, Suku Lisu dan sebagainya. Mereka adalah komunitas suku-suku yang memiliki latarbelakang sejarah dan kebudayaan unik.
Namun di antara suku-suku itu, Suku Karen yang dianggap paling unik. Di leher wanita-wanita Suku Karen dipasang gelang logam berwarna keemasan. Gelang-gelang ini fungsinya untuk membentuk leher dan kaki mereka agar lebih panjang, karena menurut adat mereka, semakin panjang leher wanitanya maka mereka akan dianggap semakin tampak cantik.

Yang lebih unik lagi alasan mereka mengenakan gelang-gelang itu dilatarbelakangi kebudayaan turun temurun serta kepercayaan bahwa wanita Suku Karen berasal dari seekor Burung Phoenix. Bagi orang Suku Karen, phoenix adalah nenek moyang wanita yang berpasangan dengan naga yang dianggap sebagai nenek moyangnya para pria suku itu.

Berat gelang besi di leher wanita dewasa mencapai 5 kg dan gelang kaki di bawah lutut beratnya masing-masing 1 kg. Berarti setiap hari mereka membawa beban 7 kg. Gelang tersebut mulai dipakaikan sejak mereka berusia 5  tahun. Awalnya hanya 2-3 tumpuk gelang, dan setiap 2-3 tahun sekali tumpukan gelang ditambah sampai mereka mencapai usia 19 tahun dimana gelang-gelang tadi digantikan dengan gelang besi yang terbuat dari 1 besi lonjor panjang yang dibentuk melingkar / dililitkan ke leher mereka. Gelang itu bisa dilepas tapi proses pelepasannya sendiri tidak mudah dan hanya dilakukan pada saat menikah, melahirkan dan meninggal dunia.

Berat gelang-gelang itu mendorong tulang selangka, tulang bahu dan tulang rusuk turun. Sehingga secara otomatis leher wanita-wanita karen memanjang. Semakin panjang, mereka merasa semakin mirip dengan Burung Phoenix nenek moyang mereka.

Fungsi lain dari gelang-gelang itu adalah sebagai pelindung. Dulu waktu mereka masih tinggal dipegunungan, mereka sering terlibat kontak dengan binatang buas seperti harimau, beruang dan sebagainya. Umumnya, binatang buas  menyerang manusia pada bagian leher dan tenggorokan. Untuk itulah gelang-gelang itu berfungsi sebagai pelindung bagi kaum hawa Suku Karen. Namun keunikan wanita Suku Karen bukan tak beresiko. Kaum wanita di suku ini kebanyakan hidup sampai umur 45-50 tahun saja. Kabarnya karena berat gelang yang mencapai 7 kg, dipercaya telah merusak tulang leher seiring bertambahnya usia mereka.

Agama

Pada awalnya suku Karen adalah Animisme, kemudian karena pengaruh orang Sen yang penganut Buddha yang dominan di Burma, merekapun mulai menganut Buddha sampai pertengahan abad 18. Tha BYU, yang pertama kali mengkonversi ke agama Kristen pada tahun 1828, dibaptis oleh Rev George Boardman, rekan Adoniram Judson, dari American Misi Baptis Masyarakat Luar Negeri. Hari ini, orang Karen sebagian besar menganut agama Kristen dari Gereja Katolik atau Gereja Protestan. Beberapa denominasi Protestan terbesar adalah Baptis dan Advent Hari Ketujuh. Seperti yang dilansir wikipedia bahwa penganiayaan terhadap penganut Kristen oleh penguasa Burma masih terjadi hingga hari ini, sehingga mendorong kaum imperialis Barat untuk membagi negeri ini tidak hanya pada etnis tapi pada alasan agama.

Bahasa

Bahasa Karen, masuk dalam anggota kelompok Tibeto-Burman dari keluarga bahasa Sino-Tibet, terdiri dari tiga cabang dialek yang saling dapat dipahami:. S'gaw, Pwo, dan Pa'o. Karen Merah dan Kayan adalah cabang dialek S'gaw. Bahasa-bahasa Karen sangat unik di antara bahasa Tibet-Burman dalam memiliki urutan kata subyek-kata kerja-obyek; selain Karen dan Bai, bahasa Tibet-Burman fitur urutan subyek-obyek-verba. Anomali ini mungkin karena pengaruh bahasa Sen dan Thai.

Sumber :